BANDUNG, CMIHOSPITAL.COM – Seorang ibu bernama Denie Melati (49) menceritakan kisahnya dalam berjuang melawan kanker payudara. Pengalamannya ini bermula sejak tahun 2017 saat Ia mulai merasakan keanehan pada payudaranya, yaitu adanya benjolan yang mengeluarkan cairan. Dari kemunculan gejala tersebut, Ibu Denie mulai sadar kalau dirinya mungkin mengalami kanker payudara, akan tetapi Ia tidak berani pergi ke rumah sakit. Menurutnya, jika Ia pergi ke rumah sakit maka Ia akan diharuskan menjalani pengobatan kemoterapi yang berisiko menimbulkan efek samping berat, ditambah lagi usianya pun sudah tidak muda lagi. Hal inilah yang membuat Ibu Denie semakin takut menjalani pengobatan kanker kemoterapi.

Walaupun tidak pergi berobat ke rumah sakit, Ibu Denie tetap berikhtiar dengan mencoba menjalani pengobatan-pengobatan herbal. Sayangnya, semua pengobatan herbal yang Ia jalani tidak ada yang berhasil, bahkan tidak ada perubahan pada kankernya. Perjuangan Ibu Denie dalam melawan kanker tidak berhenti sampai sana, di tempat tinggalnya Ia menonton televisi di stasiun Kompas TV yang kebetulan sedang menayangkan Klinik Utama CMI yang mampu menangani kanker tanpa operasi dan kemoterapi. Dalam pengakuan Ibu Denie, ikhtiar terakhirnya adalah Ia rela datang ke Kota Bandung dari Kota Sukabumi untuk menjalani pengobatan kanker payudara di Klinik Utama CMI.

Setelah dokter di Klinik Utama CMI melakukan pemeriksaan fisik dan meninjau hasil pemeriksaan lengkap terakhirnya, dokter mengatakan kalau kanker payudara Ibu Denie dapat ditangani tanpa operasi dan kemoterapi. Berdasarkan kondisi umum dan kankernya pun, Ia diperkirakan membutuhkan waktu pengobatan kanker ini sekitar 6 (enam) bulan saja, dengan catatan Ia harus disiplin mengonsumsi obat dan menjalani pola hidup yang sehat sesuai anjuran dokter dan konsultan komplementer di Klinik Utama CMI.

Di bulan keenam Ibu Denie menjalani terapi kanker di Klinik Utama CMI, Ia mengatakan kalau dirinya merasakan adanya perbaikan-perbaikan, benjolan payudaranya kini sudah mulai mengering dan menghitam yang berarti sel kankernya sudah mati. Dengan ekspresi harunya, Ibu Denie bercerita bahwa selama menjalani pengobatan kanker di Klinik Utama CMI, Ia merasa lebih segar, fit, dan tidak mengeluhkan apa-apa. Ibu Denie membayangkan jika Ia melakukan pengobatan kanker dengan kemoterapi pasti dirinya akan terlihat seperti orang sakit dan mengalami efek samping seperti kebotakan.

Simak kesaksian lengkap Ibu Denie Melati, pasien Klinik Utama CMI, yang sembuh dari penyakit kanker payudara di link berikut ini: https://youtu.be/8-Chos02cIw