Jangan Lama Lama Ini Solusi Kanker Getah Bening Tanpa Operasi

BANDUNG, Limfoma merupakan jenis kanker yang menyerang sistem limfatik tubuh manusia. Sistem limfatik menghubungkan seluruh kelenjar getah bening yang mempunyai peran penting dalam hal kekebalan tubuh. Limfoma terjadi akibat perubahan atau mutasi genetik pada sel-sel limfosit1, kemudian tumbuh secara abnormal pada kelenjar getah bening.


Gejala Kanker Kelenjar Getah Bening (Limfoma)


Gejala yang ditimbulkan akibat limfoma adalah adanya pembengkakan pada kelenjar getah bening (ketiak, leher, dada atau lipatan paha), suhu tubuh yang naik turun, demam dan keringat di malam hari, sesak napas dan batuk, mudah lelah serta penurunan berat badan yang drastis. Namun, pada beberapa kasus, limfoma bahkan tidak menimbulkan gejala terutama pada stadium awal.

Tidak semua benjolan atau pembengkakan pada kelenjar getah bening merupakan limfoma, benjolan bisa saja terjadi akibat respon tubuh dalam melawan bakteri atau virus yang menyebabkan sel darah putih dan cairan berkumpul pada kelenjar getah bening. Lebih lanjut dr. Krisna dari CMI Hospital – Rumah Sakit Kanker menjelaskan bahwa untuk mengetahui apakah pembengkakan yang terjadi pada tubuh seseorang merupakan limfoma atau bukan, harus diawali dengan penggalian riwayat kesehatan pasien kemudian pemeriksaan lanjutan seperti pemeriksaan laboratorium, radiologi sampai imunohistokimia2.

Solusi Pengobatan Kanker tanpa Operasi, Kemoterapi dan Radioterapi

CMI Hospital – Rumah Sakit Kanker dapat menjadi pilihan pemeriksaan dan pengobatan kanker tanpa tindakan operasi dan kemoterapi. CMI Hospital – Rumah Sakit Kanker menangani penyakit kanker dengan pengobatan komplementer terintegrasi, tanpa tindakan operasi dan kemoterapi dengan terapi kanker yang minim efek samping. Pengobatan kanker di CMI bekerja lebih cepat dari perkembangan sel kanker dan dapat menghancurkan sel kanker tanpa merusak sel normal di sekitarnya sehingga pasien akan merasa nyaman selama menjalani pengobatan kanker.

Informasi selengkapnya mengenai CMI Hospital – Rumah Sakit Kanker dan metode pengobatannya

Kanker Tanpa Kemoterapi dan Operasi ala Klinik Utama CMI

BANDUNG, Hampir 28  ribu orang di dunia meninggal akibat kanker setiap harinya, data ini menunjukkan bahwa kanker menjadi masalah serius bagi dunia terutama bagi dunia kedokteran.


Ilmu kedokteran saat ini memberikan beberapa opsi pengobatan kanker seperti operasi, kemoterapi dan radioterapi. Akan tetapi, terapi-terapi ini juga sering menjadi mimpi buruk bagi penderita penyakit kanker dikarenakan metode pengobatan yang mengerikan dan tingginya efek samping pengobatan.


Tidak sedikit juga orang yang meninggal akibat efek samping dari terapi pengobatan kanker dan bukan dari penyakit kankernya sendiri. Oleh karena itu, masalah-masalah  ini menjadi dasar utama mengapa CMI hospital berdiri untuk menangani penyakit kanker tanpa kemoterapi dan operasi.


CMI hospital percaya dengan metode pengobatan medis klasik, penyakit kanker bisa sembuh tanpa harus melewati pengobatan yang menyiksa dan mengerikan, bahkan pasien yang berobat masih bisa menjalankan aktifitas secara normal tanpa harus terbaring merana di tempat tidur.


Pengobatan ini menciptakan suatu semangat baru kepada pasien kanker dan melahirkan slogan yang indah seperti “kanker tanpa kemoterapi” dan “kanker tanpa operasi”.


Cara kerja pengobatan kanker tanpa kemoterapi di CMI

Dalam memahami suatu pengobatan akan penyakit tertentu maka perlu diketahui juga asal muasal dan manifestasi penyakitnya.


Penyakit kanker disebabkan oleh mutasi genetik yang terjadi pada DNA sel tubuh, mutasi ini berakibat pada multiplikasi sel sehingga reproduksi sel menjadi sangat berlimpah dan tidak terkendali, agar sel ganas ini dapat terus bereproduksi maka dibutuhkan juga nutrisi yang banyak, sehingga sering sekali sel kanker membentuk pembuluh darah baru untuk menutrisi sel yang abnormal ini.


Obat kanker CMI dibuat oleh ahli farmasi menggunakan bahan-bahan kimia alam seperti tumbuhan, hewan dan batuan mineral, zat anti kanker yang terdapat pada senyawa alam ini diekstrak dan diproses menjadi beberapa jenis obat-obatan.


Obat kanker CMI bekerja dengan cara menyerang sel kanker secara spesifik tanpa merusak sel normal, menutrisi sel yang rusak akibat kanker, memperbaiki mutasi genetik pada DNA sel dan menghambat pertumbuhan pembuluh darah baru yang menutrisi sel kanker.


Gabungan dari beberapa efek obat inilah yang menyebabkan pasien kanker yang berobat di CMI hospital merasa sangat nyaman dan tidak merasakan efek samping yang signifikan. Silahkan datang ke Jalan Tubagus Ismail VII Bandung Kami siap melayani Anda.

Memang Kanker Bisa Kebal Kemoterapi?

Bandung, Sel-sel dalam tubuh kita seharusnya tumbuh dengan teratur, namun terkadang mereka berubah menjadi monster tak terkendali yang kita kenal sebagai kanker. Untuk menghancurkan sel-sel kanker berlebih ini, dilakukan pengobatan seperti kemoterapi yang bekerja dengan pemberian zat kimia yang kuat pada tubuh untuk membunuh dan menghentikan pertumbuhannya sel kanker dalam tubuh.


Bagaimana konsep kekebalan kanker terhadap pengobatan kemoterapi ini?

Kanker yang kebal atau resisten terhadap pengobatan seperti kemoterapi, radioterapi dan  pengobatan lainnya biasa dikenal dengan istilah medis Refractory cancer. Kebalnya kanker ditandai dengan sel kanker yang sudah tidak lagi merespon pengobatan.


Apa penyebab kanker kebal terhadap kemoterapi?

Bayangkan tubuh anda sebagai benteng, sistem kekebalan tubuh anda dan pengobatan kemoterapi adalah tentara yang melindunginya sementara sel-sel kanker adalah musuh yang berusaha untuk menyusup dan menyerang.


Awalnya, sel kanker mencoba menyerang tubuh lalu terdeteksi kemudian diserang kembali oleh sistem imun dan zat kemoterapi. Namun seiring berjalannya waktu, sel kanker berevolusi dan menyesuaikan diri dari serangan imun tubuh dan kemoterapi tersebut, hal ini dapat menyebabkan sel kanker menjadi lebih kuat dalam menghadapi serangan imun dan zat kemoterapi..


Jadi, sifat sel kanker yang pintar, mudah berevolusi dan bermutasi inilah yang menjadi penyebab utama dari kekebalan kanker terhadap pengobatan seperti kemoterapi.


Lalu, bagaimana cara mengobati kanker yang sudah kebal?

Pengobatan kanker yang sudah tidak efektif lagi dapat diibaratkan seperti menangkap ikan dengan tangan kosong. Hal ini tentu menjadi kesulitan dan tantangan, baik bagi pasien maupun dokter yang menangani.


Celakanya, seringkali kanker yang kebal terhadap satu jenis pengobatan juga kebal untuk pengobatan kanker lainnya. Jadi, hal utama yang bisa dilakukan adalah dengan mencegah kanker tersebut menjadi kebal dengan memilih pengobatan terbaik se-tepat mungkin.


Dengan kata lain, penderita kanker harus menggunakan senjata terbaik dan tercepat dalam menangani kanker sedari awal, terlebih-lebih karena adanya kemungkinan kanker yang menjadi kebal terhadap pengobatan.


Jika kemoterapi, radioterapi dan pengobatan kanker lain bekerja dengan satu cara; menyerang sel kanker agar mati dan menghambat pertumbuhannya, pengobatan kanker di CMI Hospital bekerja dengan beberapa cara yang unggul, seperti :


1. Meningkatkan imun tubuh

Berbeda dengan kemoterapi yang justru melemahkan imun tubuh, pengobatan kanker CMI bekerja dengan meningkatkan imun tubuh agar pasien tetap kuat dan bugar selama masa pengobatan. Imun tubuh yang kuat pun akan membantu obat dalam menghancurkan sel kanker


2. Membunuh sel kanker secara spesifik sehingga tidak merusak sel-sel normal pasien

Mayoritas efek samping yang dirasakan pasien kemoterapi seperti :
●    Kebotakan rambut
●    Kelelahan
●    Kuku rapuh dan menghitam
●    Kulit rusak, kering dan nyeri
●    Anemia
●    Imun atau kekebalan tubuh melemah
●    Gangguan kesuburan
●    Gangguan pencernaan
Hal ini biasanya disebabkan oleh sel-sel normal yang ikut terserang oleh zat kimia dari kemoterapi yang tidak bisa membedakan mana sel kanker dan mana sel sehat. Pengobatan CMI dapat membedakan sel kanker dengan sel yang sehat sehingga bisa membunuh sel kanker secara spesifik.


3. Memperbaiki susunan struktur genetik dari sel

Pengobatan kanker CMI Hospital juga bekerja dengan memperbaiki susunan genetik dari sel-sel yang bermutasi dapat kembali normal.


4. Memberi nutrisi pada sel-sel yang rusak

Memberi nutrisi pada sel-sel yang rusak sehingga dapat kembali sehat dan dapat bekerja secara normal.


5. Menghalangi jalur nutrisi kanker

Selain karena pertumbuhan sel yang abnormal, sel kanker juga bisa berkembang banyak karena mengambil nutrisi dari tubuh. Pengobatan CMI dapat menghalangi jalur nutrisi kanker agar kanker kekurangan nutrisi dan tidak dapat tumbuh atau berkembang.


Pada pengobatan CMI ini, sel kanker dihancurkan tidak hanya dengan satu cara melainkan beberapa; Meningkatkan imun tubuh agar sel kanker bisa dihancurkan oleh imun tubuh juga, menghalangi jalur nutrisi yang dibutuhkan kanker hingga kanker tidak mendapat nutrisi dan mati, dan menghancurkan sel kanker secara spesifik.


Selain bekerja dengan beberapa cara, pengobatan kanker Klinik Utama CMI pun dirancang khusus menyesuaikan kondisi pasien masing-masing dan mengutamakan kenyamanan serta kesehatan pasien.

Ummi Khairiyah, Terkena Kanker Ovarium Karena Operasi, Sembuh Dalam 7,5 Bulan

Bandung,  Mungkin tidak ada istilah yang lebih pas untuk menggambarkan kejadian tak terduga dalam hidup Ummi Khairiyah selain ‘bak sudah terjatuh, tertimpa tangga’. Setelah menjalani operasi pengangkatan tumor di ovarium atau indung telur, ia merasa sangat kecewa ketika didiagnosis menderita kanker ovarium.

Rasa tidak nyaman yang ia rasakan di daerah perutnya menuntun Ummi untuk memeriksakan diri ke dokter. Pemeriksaan ini mengungkapkan adanya tumor di ovarium atau indung telur kanannya seberat 5 kg yang harus ia angkat melalui operasi.

Ketika operasi berhasil dijalani, kondisi Ummi tidak berakhir sesuai harapan. Kabar buruk baru justru datang : Ia terkena kanker di indung telur yang dipicu akibat adanya goresan saat proses operasi.

Enggan Kemoterapi

Dokter menyarankan Ummi untuk menjalani pengobatan kemoterapi, namun Ummi menolak. Ia sudah cukup merasakan dampak efek samping dari tindakan operasi dan tidak ingin merasakan dampak efek samping lain dari kemoterapi.

Pengalamannya dalam menyaksikan orang terdekat menjalani kemoterapi semakin membuatnya enggan sependapat bahwa kemoterapi adalah satu-satunya solusi. Ia yakin, pasti ada solusi pengobatan kanker yang lebih baik.

Keyakinan Ummi membawanya pada pengobatan kanker tanpa kemoterapi di Klinik Utama CMI. Dengan bermodalkan kesadaran mengenai pengobatan kanker yang baik, rasa semangat dan rasa percaya, ia menjalani pengobatan kanker di Klinik Utama CMI selama 7,5 bulan.


Sembuh kanker ovarium dalam 7,5 bulan

7,5 bulan yang ia jalani untuk pengobatan kanker akhirnya membawa kabar baik, Ibu rumah tangga berumur 53 tahun ini kini dinyatakan bebas dari kanker berdasarkan keterangan hasil lab yang ia terima.

Sebagai penderita kanker ovarium yang telah sembuh, dengan tulus Ia mengharapkan kesembuhan para pejuang kanker yang lain di luaran sana.

Ia berpesan untuk menghilangkan segala keresahan dalam memilih pengobatan yang tepat tanpa efek samping dan untuk turut membekali diri dengan ilmu pengetahuan mengenai penyakit yang diderita dan pengobatannya agar tidak salah langkah.

Cara Deteksi Mulut Secara Mandiri Dari Kanker ?

Bandung, Mulut merupakan bagian yang sangat penting dalam kehidupan kita. Dengan mulut kita bisa berbicara, makan, tersenyum dan berbagi tawa dengan orang tercinta. Tapi bagaimana jadinya jika mulut pun bisa menjadi salah satu sumber ketakutan terbesar dalam hidup?


Kanker mulut dan faktor resikonya

Kanker mulut adalah kanker yang berkembang di bagian-bagian mulut meliputi lidah, gusi, pipi dalam, langit-langit mulut, bibir dan bawah lidah.


Walaupun jumlah orang yang menderita kanker mulut tidak lebih banyak daripada orang yang menderita kanker payudara atau kanker paru-paru, nyatanya kanker mulut ada di urutan ke-enam golongan kanker yang paling sering terjadi pada pria, sehingga hal ini tetap tidak bisa dipandang sebelah mata.


Dalam kasus kanker mulut, pria berisiko 2x lebih tinggi dibandingkan dengan wanita, terlebih lagi pada pria dengan umur di atas 50 tahun.

Kanker mulut pun juga menjadi salah satu jenis kanker yang tidak mudah terdeteksi. Gejala yang ditimbulkan hanya muncul ketika kanker sudah berada pada stadium yang lanjut dan biasanya ditemukan oleh dokter gigi.


Pemeriksaan kanker mulut sebetulnya tidak hanya bisa dilakukan oleh dokter gigi, tetapi oleh siapapun termasuk diri sendiri. Simak langkah-langkahnya di bawah ini


Langkah-langkah pemeriksaan kanker mulut secara mandiri

1.    Mulailah dengan mencuci tangan memakai air bersih dan sabun
2.    Pilih ruangan dengan pencahayaan yang baik dan sediakan cermin
3.    Mulai dengan menghadap cermin dan buka mulut anda
4.    Periksa secara seksama bagian mulut dalam anda termasuk pipi dalam, lidah, langit-langit mulut, gusi, tenggorokan dan perhatikan jika ada benjolan, tekstur atau pembengkakan yang tidak biasa
5.    Periksa benjolan dan tekstur menggunakan jari atau bagian sikat gigi yang lembut, bagian tenggorokan dan langit-langit mulut
6.    Miringkan kepala anda ke arah atas dan periksa langit-langit mulut dan tenggorokan. Gunakan senter jika perlu
7.    Julurkan lidah anda dan periksa permukaan dan sisi-sisinya. Perhatikan jika ada benjolan, warna yang tidak rata atau bengkak
8.    Periksa kelenjar getah bening di bawah leher dengan menekannya secara pelan menggunakan jari
9.    Catat jika ada tanda-tanda yang tidak biasa, seperti sakit berkepanjangan, sulit menelan atau suara serak.


Skrining atau pemeriksaan secara mandiri ini bisa anda lakukan setiap satu bulan, namun perlu diingat meski skrining bisa dilakukan secara mandiri, hal ini tidak bisa menggantikan jadwal pemeriksaan secara teratur ke dokter gigi.
Skrining ini hanya merupakan sebagai tambahan bantuan yang bisa anda gunakan untuk memantau kesehatan mulut anda dan mendeteksi adanya potensi masalah kesehatan mulut sedari dini.


Pencegahan kanker mulut

Sebenarnya, belum ada cara yang terbukti bisa mencegah kanker mulut, tapi anda bisa menurunkan risiko terkena kanker mulut dengan beberapa langkah berikut :
●    Berhenti atau hindari rokok
●    Batasi konsumsi alkohol
●    Hindari paparan sinar matahari pada area bibir
●    Jaga kebersihan mulut
●    Periksakan mulut dan gigi secara rutin ke dokter gigi


Pengobatan kanker mulut dan efek sampingnya

Pengobatan kanker mulut biasanya dilakukan dengan cara kemoterapi, operasi, radioterapi atau radiasi. Namun pengobatan-pengobatan tersebut memiliki banyak sekali efek samping yang perlu dijadikan pertimbangan sebelum memilih pengobatan kanker, seperti :
●    Rasa sakit pada mulut
●    Infeksi mulut
●    Peradangan pada kelenjar ludah
●    Kerusakan syaraf di daerah mulut
●    Pembusukan gusi
●    Kerusakan tulang di daerah mulut karena radiasi
●    Perubahan indra kecap atau perasa
●    Malnutrisi karena sulit makan


Efek samping tersebut bisa dihindari dengan memilih pengobatan kanker mulut tanpa efek samping yang tersedia di Klinik Utama CMI.


Konsultasikan pada Dokter kami secara gratis melalui Kontak Klinik Utama CMI

Hidup Sehat Masih Kena Kanker Juga ?

Kanker bukan hanya sekedar penyakit yang ditakuti atau dibenci saja, melainkan juga makhluk keji yang sering digunakan sebagai senjata pemasaran di dunia kesehatan. Seakan tidak cukup dengan itu, kanker juga menjadi sosok yang memicu rasa takut dan ketidakpastian dalam benak banyak orang.
Bahkan tidak jarang orang-orang menyaksikan film romansa yang menceritakan kisah cinta memilukan karena salah satu pasangannya menderita kanker dan tidak berumur panjang.
Dengan segudang fakta dan kesan yang sering kita dengar, ada salah satu sifat kanker yang luput dan jarang terpikirkan oleh kebanyakan orang :
Kanker tidak bersifat diskriminatif.

Temukan bagaimana menjalani gaya hidup sehat dapat mempengaruhi risiko terkena kanker. Pelajari strategi pencegahan kanker melalui kebiasaan hidup yang sehat, termasuk pola makan seimbang, aktivitas fisik teratur, menghindari konsumsi alkohol berlebihan, tidak merokok, dan mengelola stres dengan baik. Dengan memelihara kebiasaan hidup yang baik, Anda dapat mengurangi risiko terkena kanker dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan

Kanker si anti diskriminasi

Meskipun faktor resiko kanker sangat diketahui banyak orang, tetapi tidak jarang juga orang menderita penyakit kanker diakibatkan oleh faktor resiko yang tidak jelas.
Bukan sedikit kasus penderita kanker yang memiliki riwayat pola hidup sehat, tidak terpapar zat atau polusi yang toksik dan tidak memiliki riwayat keluarga penderita kanker.
Riset terbaru dari John Hopkins University mengungkapkan bahwa banyak pengetahuan tentang kanker yang kita anggap benar ternyata belum tepat.
Menurut riset John Hopkins, hanya 29% kasus kanker yang disebabkan oleh faktor lingkungan dan 5% kasus tumor yang disebabkan oleh mutasi gen turunan.
Hal ini menunjukan ada sekitar 66% kasus kanker yang disebabkan oleh kegagalan genetik yang tidak disengaja saat sel bereproduksi.
Jika merujuk pada beberapa jenis kanker seperti kanker tulang dan kanker otak, 95% yang mutasi yang menyebabkan kankernya adalah kegagalan genetik yang terjadi saat sel bereproduksi.

Hasil riset John Hopkins menghasilkan 2 kesimpulan, yaitu :
1.    Pada kebanyakan kasus, kanker terjadi karena kondisi kita yang sedang tidak beruntung hingga terjadinya kegagalan genetik dalam proses reproduksi sel tubuh, dan
2.    Sebaik atau se-sehat apapun pola hidup seseorang, skrining atau pemeriksaan kanker secara rutin merupakan hal yang penting dan dibutuhkan.


Jadi, apakah pola hidup sehat tidak menjamin risiko terkena kanker ?

Tentu saja pola hidup sehat dapat mengurangi risiko terkena kanker, tetapi siapapun harus tetap waspada karena nyatanya kanker memang bisa menyerang siapa saja.
Siapapun yang terdiagnosa kanker tidak perlu menyalahkan diri sendiri atau penyakit yang diderita. Karena faktanya penyakit kanker sulit dihindari, bisa menyerang siapa saja tanpa terkecuali dan tanpa diskriminasi.
Hal terbaik yang bisa dilakukan adalah dengan menjalani pengobatan sebaik mungkin. Pilihlah pengobatan yang sesuai dengan kondisi anda seperti pengobatan kanker tanpa efek samping di CMI.
Konsultasikan keluhan anda secara gratis pada dokter profesional melalui Kontak Klinik Utama CMI.

Apakah Anda Mengetahui Bagaimana Proses Pembentukan Penyakit Kanker Ganas ?

Apa itu kanker? Kenapa kita harus mengetahui proses terjadinya kanker? Apakah anda salah satu orang yang memiliki risiko penyakit ini?

Kanker adalah sebuah penyakit gen yang menyebabkan terjadinya pertumbuhan yang tidak normal, dapat menginvasi jaringan sekitarnya dan atau bermetastatis (berpindah) ke organ lain. Istilah lain yang biasa digunakan adalah tumor ganas, keganasan dan neoplastik ganas.

Proses terbentuknya sel kanker dalam tubuh manusia disebut juga karsinogenesis dalam istilah kedokteran. Biasanya proses terjadinya sel kanker ini berkisar antara 10-30 tahun. Namun ada berbagai faktor resiko yang juga mempengaruhi, ada faktor resiko yang “tidak dapat dikendalikan” (seperti usia, jenis kelamin, riwayat kanker sekeluarga) dan ada faktor yang “dapat dikendalikan” (polusi, gaya hidup, rokok dan infeksi kronik).

Jenis kanker ada bermacam-macam. Hal ini tergantung dari organ atau jaringan mana yang bermasalah atau diserang oleh sel kanker. Misal pada pria, kanker dapat menyerang organ seperti tenggorokan, kerongkongan, kulit, paru-paru, usus, perut, kandung kemih, prostat dan testis. Sedangkan pada wanita, kanker dapat menyerang beberapa bagian yang sama dan juga organ-organ vital wanita seperti payudara dan serviks.

Karena merupakan sebuah penyakit yang tidak mengenal batas usia, oleh karenanya sangatlah penting untuk mengerti bagaimana tahapan penyebab terjadinya kanker, penyebab terjadinya dan juga bagaimana mencegah sel kanker terjadi dalam tubuh kita dan keluarga kita. Proses terjadinya sel kanker atau karsinogenesis terdiri dari 3 tahapan, yaitu inisiasi, promosi dan progresi.

Tahap Inisiasi Pada tahap inisiasi atau tahap terbentuknya sel kanker awal, terjadi perubahan genetik dalam sel somatik (sel inisisi) normal melalui proses mutasi dan masuk ke mekanisme perkembangan menjadi sel tidak normal. Mutasi pada tingkat DNA menyebabkan sel tumbuh lebih cepat dari sel sekitarnya, perubahan ini mengaktivasi gen pertumbuhan (proto-oncogene) dengan menghambat gen penahan (tumor suppresor gene). Tahap ini terjadi dalam beberapa hari tetapi sel dapat kembali normal. Senyawa yang terlibat dalam tahap ini disebut inisiator .

Tahap Promosi Merupakan perkembangan awal sel yang terinisiasi membentuk klon melalui pembelahan dan berinteraksi melalui komunikasi antar sel. Menstimulasi sitogenik, faktor diferensiasi, proses mutasi dan non mutasi (epigenetik) dan merupakan awal pertumbuhan pra neoplastik. Proses ini membutuhkan waktu lebih lama bahkan beberapa tahun. Senyawa yang meransang pembelahan sel disebut promotor atau epigenetik karsinogen.

Tahap Progresi Pada tahap ini, terjadi instabilitas genetik yang menyebabkan perubahan mutagenik dan epigenetik. Proses ini menghasilkan klon baru sel-sel tumor yang memiliki aktivitas proliferasi, bersifat invasif menyerang jaringan sekitar dan peningkatan potensi metastasis atau menyebar ke tempat lain. Jika tidak ada yang menghalangi, sel kanker tumbuh dalam jumlah banyak dan mempengaruhi fungsi tubuh atau menimbulkan keluhan (gejala klinis). Tahapan ini berjalan lebih cepat.

Berdasarkan pemaparan di atas, tentu kita bisa mulai melakukan pencegahan sejak dini dengan mengurangi aktivitas yang dapat beresiko kanker, khususnya resiko yang dapat dikendalikan. Mulai dengan pola hidup sehat dan menjaga keluarga terdekat dari resiko penyebab kanker merupakan langkah awal menjauhkan diri dan keluarga dari penyakit kanker.

https://www.cmihospital.com/proses-pembentukan-kanker-ganas-cmi-hospital-atau-klinik-utama-cmi-memberikan-pelayanan-pengobatan-jantung-kanker-diabetes-ginjal

× Siap Membantu