Jangan Lama Lama Ini Solusi Kanker Getah Bening Tanpa Operasi

BANDUNG, Limfoma merupakan jenis kanker yang menyerang sistem limfatik tubuh manusia. Sistem limfatik menghubungkan seluruh kelenjar getah bening yang mempunyai peran penting dalam hal kekebalan tubuh. Limfoma terjadi akibat perubahan atau mutasi genetik pada sel-sel limfosit1, kemudian tumbuh secara abnormal pada kelenjar getah bening.


Gejala Kanker Kelenjar Getah Bening (Limfoma)


Gejala yang ditimbulkan akibat limfoma adalah adanya pembengkakan pada kelenjar getah bening (ketiak, leher, dada atau lipatan paha), suhu tubuh yang naik turun, demam dan keringat di malam hari, sesak napas dan batuk, mudah lelah serta penurunan berat badan yang drastis. Namun, pada beberapa kasus, limfoma bahkan tidak menimbulkan gejala terutama pada stadium awal.

Tidak semua benjolan atau pembengkakan pada kelenjar getah bening merupakan limfoma, benjolan bisa saja terjadi akibat respon tubuh dalam melawan bakteri atau virus yang menyebabkan sel darah putih dan cairan berkumpul pada kelenjar getah bening. Lebih lanjut dr. Krisna dari CMI Hospital – Rumah Sakit Kanker menjelaskan bahwa untuk mengetahui apakah pembengkakan yang terjadi pada tubuh seseorang merupakan limfoma atau bukan, harus diawali dengan penggalian riwayat kesehatan pasien kemudian pemeriksaan lanjutan seperti pemeriksaan laboratorium, radiologi sampai imunohistokimia2.

Solusi Pengobatan Kanker tanpa Operasi, Kemoterapi dan Radioterapi

CMI Hospital – Rumah Sakit Kanker dapat menjadi pilihan pemeriksaan dan pengobatan kanker tanpa tindakan operasi dan kemoterapi. CMI Hospital – Rumah Sakit Kanker menangani penyakit kanker dengan pengobatan komplementer terintegrasi, tanpa tindakan operasi dan kemoterapi dengan terapi kanker yang minim efek samping. Pengobatan kanker di CMI bekerja lebih cepat dari perkembangan sel kanker dan dapat menghancurkan sel kanker tanpa merusak sel normal di sekitarnya sehingga pasien akan merasa nyaman selama menjalani pengobatan kanker.

Informasi selengkapnya mengenai CMI Hospital – Rumah Sakit Kanker dan metode pengobatannya

Ummi Khairiyah, Terkena Kanker Ovarium Karena Operasi, Sembuh Dalam 7,5 Bulan

Bandung,  Mungkin tidak ada istilah yang lebih pas untuk menggambarkan kejadian tak terduga dalam hidup Ummi Khairiyah selain ‘bak sudah terjatuh, tertimpa tangga’. Setelah menjalani operasi pengangkatan tumor di ovarium atau indung telur, ia merasa sangat kecewa ketika didiagnosis menderita kanker ovarium.

Rasa tidak nyaman yang ia rasakan di daerah perutnya menuntun Ummi untuk memeriksakan diri ke dokter. Pemeriksaan ini mengungkapkan adanya tumor di ovarium atau indung telur kanannya seberat 5 kg yang harus ia angkat melalui operasi.

Ketika operasi berhasil dijalani, kondisi Ummi tidak berakhir sesuai harapan. Kabar buruk baru justru datang : Ia terkena kanker di indung telur yang dipicu akibat adanya goresan saat proses operasi.

Enggan Kemoterapi

Dokter menyarankan Ummi untuk menjalani pengobatan kemoterapi, namun Ummi menolak. Ia sudah cukup merasakan dampak efek samping dari tindakan operasi dan tidak ingin merasakan dampak efek samping lain dari kemoterapi.

Pengalamannya dalam menyaksikan orang terdekat menjalani kemoterapi semakin membuatnya enggan sependapat bahwa kemoterapi adalah satu-satunya solusi. Ia yakin, pasti ada solusi pengobatan kanker yang lebih baik.

Keyakinan Ummi membawanya pada pengobatan kanker tanpa kemoterapi di Klinik Utama CMI. Dengan bermodalkan kesadaran mengenai pengobatan kanker yang baik, rasa semangat dan rasa percaya, ia menjalani pengobatan kanker di Klinik Utama CMI selama 7,5 bulan.


Sembuh kanker ovarium dalam 7,5 bulan

7,5 bulan yang ia jalani untuk pengobatan kanker akhirnya membawa kabar baik, Ibu rumah tangga berumur 53 tahun ini kini dinyatakan bebas dari kanker berdasarkan keterangan hasil lab yang ia terima.

Sebagai penderita kanker ovarium yang telah sembuh, dengan tulus Ia mengharapkan kesembuhan para pejuang kanker yang lain di luaran sana.

Ia berpesan untuk menghilangkan segala keresahan dalam memilih pengobatan yang tepat tanpa efek samping dan untuk turut membekali diri dengan ilmu pengetahuan mengenai penyakit yang diderita dan pengobatannya agar tidak salah langkah.

× Siap Membantu