Kanker bukan hanya sekedar penyakit yang ditakuti atau dibenci saja, melainkan juga makhluk keji yang sering digunakan sebagai senjata pemasaran di dunia kesehatan. Seakan tidak cukup dengan itu, kanker juga menjadi sosok yang memicu rasa takut dan ketidakpastian dalam benak banyak orang.
Bahkan tidak jarang orang-orang menyaksikan film romansa yang menceritakan kisah cinta memilukan karena salah satu pasangannya menderita kanker dan tidak berumur panjang.
Dengan segudang fakta dan kesan yang sering kita dengar, ada salah satu sifat kanker yang luput dan jarang terpikirkan oleh kebanyakan orang :
Kanker tidak bersifat diskriminatif.

Temukan bagaimana menjalani gaya hidup sehat dapat mempengaruhi risiko terkena kanker. Pelajari strategi pencegahan kanker melalui kebiasaan hidup yang sehat, termasuk pola makan seimbang, aktivitas fisik teratur, menghindari konsumsi alkohol berlebihan, tidak merokok, dan mengelola stres dengan baik. Dengan memelihara kebiasaan hidup yang baik, Anda dapat mengurangi risiko terkena kanker dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan

Kanker si anti diskriminasi

Meskipun faktor resiko kanker sangat diketahui banyak orang, tetapi tidak jarang juga orang menderita penyakit kanker diakibatkan oleh faktor resiko yang tidak jelas.
Bukan sedikit kasus penderita kanker yang memiliki riwayat pola hidup sehat, tidak terpapar zat atau polusi yang toksik dan tidak memiliki riwayat keluarga penderita kanker.
Riset terbaru dari John Hopkins University mengungkapkan bahwa banyak pengetahuan tentang kanker yang kita anggap benar ternyata belum tepat.
Menurut riset John Hopkins, hanya 29% kasus kanker yang disebabkan oleh faktor lingkungan dan 5% kasus tumor yang disebabkan oleh mutasi gen turunan.
Hal ini menunjukan ada sekitar 66% kasus kanker yang disebabkan oleh kegagalan genetik yang tidak disengaja saat sel bereproduksi.
Jika merujuk pada beberapa jenis kanker seperti kanker tulang dan kanker otak, 95% yang mutasi yang menyebabkan kankernya adalah kegagalan genetik yang terjadi saat sel bereproduksi.

Hasil riset John Hopkins menghasilkan 2 kesimpulan, yaitu :
1.    Pada kebanyakan kasus, kanker terjadi karena kondisi kita yang sedang tidak beruntung hingga terjadinya kegagalan genetik dalam proses reproduksi sel tubuh, dan
2.    Sebaik atau se-sehat apapun pola hidup seseorang, skrining atau pemeriksaan kanker secara rutin merupakan hal yang penting dan dibutuhkan.


Jadi, apakah pola hidup sehat tidak menjamin risiko terkena kanker ?

Tentu saja pola hidup sehat dapat mengurangi risiko terkena kanker, tetapi siapapun harus tetap waspada karena nyatanya kanker memang bisa menyerang siapa saja.
Siapapun yang terdiagnosa kanker tidak perlu menyalahkan diri sendiri atau penyakit yang diderita. Karena faktanya penyakit kanker sulit dihindari, bisa menyerang siapa saja tanpa terkecuali dan tanpa diskriminasi.
Hal terbaik yang bisa dilakukan adalah dengan menjalani pengobatan sebaik mungkin. Pilihlah pengobatan yang sesuai dengan kondisi anda seperti pengobatan kanker tanpa efek samping di CMI.
Konsultasikan keluhan anda secara gratis pada dokter profesional melalui Kontak Klinik Utama CMI.